Investor Relations

 

P3UW Berada Di Balik Unjuk Rasa AWS

Date: 05 October 2010
Source: Media Informasi
 
 
MEDIA INFORMASI
UNTUK MENGUNGKAPKAN FAKTA SEBENARNYA
 

KRONOLOGIS AKSI ANARKIS
P3UW BERADA DI BALIK UNJUK RASA AWS


RAWAJITU TIMUR, 5 SEPTEMBER 2010—Aksi demo/unjuk rasa yang berakhir anarkis di PT. Aruna Wijaya Sakti (AWS), Kamis (02/09) murni dilakukan oleh Perhimpunan Petani Petambak Udang Windu (P3UW), dan tidak terkait dengan dengan jalannya revitalisasi, akumulasi permasalahan terkait kemitraan ataupun mati lampu yang terjadi Blok 03 Kampung Bumi Dipasena.

Aksi beringas dan berujung dengan perusakan sejumlah aset perusahaan, penganiayaan karyawan, penjarahan alat kerja dan menimbulkan trauma karyawan tersebut, murni bertujuan membebaskan Saudara Agus Setiono alias Timbul, yang merupakan tersangka kasus penggelapan udang dengan barang bukti sebanyak 1 ton pada bulan Maret 2010.

Hal tersebut dikuatkan oleh adanya pesan pendek (sandek) yang dikirimkan Humas Badan Pengurus Pusat (BPP) P3UW kepada para Koordinator Infra (Korin) delapan Kampung, pada tanggal 01 September 2010. SMS Tersebut berbunyi: “Kepada Korin di Tempat. Karena Pengurus BPP (P3UW) ditahan polisi tanpa dasar hukum yang kuat, maka mohon agar anggota P3UW besok pagi kumpul di Kanal T kita aksi untuk membebaskan Timbul. Sasaran Inti dan Polisi. Tertanda Humas BPP (P3UW).”

Sampai aksi massa berlangsung hari Kamis (02/09), Humas BPP P3UW tidak melakukan pembatalan atas sandek tersebut, baik melalui sandek ataupun melalui telpon.

BPP P3UW juga telah menunjuk koordinator lapangan (korlap) untuk Wilayah Mapolsek Rawa Jitu bernama Ainul Muklis, dan Wilayah Poskodal Tata Kota yang bernama Apriyanto. Hal ini berdasarkan informasi dari salah seorang BPP P3UW yang memberikan sandek kepada salah seorang manajemen untuk menelpon yang bersangkutan karena ada informasi penting yang akan disampaikan. Setelah yang bersangkutan ditelpon pada Rabu, 1 September 2010 sekitar pukul 19.00 WIB, salah seorang BPP P3UW tersebut menginformasikan akan terjadi demo untuk pemaksaan guna membebaskan Saudara Timbul, dan kemungkinan akanterjadi anarkis. Yang bersangkutan juga meminta salah satu manajemen untuk tidak berada di lokasi unjuk rasa.

Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa apa yang telah dikatakan oleh Ketua P3UW Saudara Nafian Faiz kepada sejumlah media, adalah suatu kebohongan besar, dan merupakan usaha-usaha untuk mengalihkan pokok permasalahan dari aksi unjuk rasa yang terjadi di Bumi Dipasena.

Bahwa P3UW merupakan organisasi massa plasma yang mengklaim selalu tertib dan damai dalam menyampaikan aksi maupun aspirasinya, juga tidaklah sepenuhnya benar. Berikut ini adalah faktanya:

  • Demo tanggal 14-15 Desember 2009 yang dilakukan P3UW di Kantor Bersama 61 berujung dengan aksi corat-coret di dinding kantor dan penyegelan Kantor Bersama 61, serta pengusiran terhadap karyawan sehingga operasional perusahaan terhenti lebih dari satu Minggu. Hal ini sudah dilaporkan ke Polda Lampung dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) No.Pol.: STPL/B1-316/IX/2009/Siaga Ops., yang kemudian dilimpahkan ke Polres Tuba pada tanggal 13 Januari 2010 dengan Surat Pemberitahuan dari Polres Tuba No.Pol: B/16/1/2010/Reskrim. Serta telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi pada tanggal 31 Januari 2010. Untuk itu kami meminta pihak kepolisian untuk segera kembali menindaklanjuti kasus tersebut;
  • Pada tanggal 20-24 Desember 2009, unjuk rasa P3UW juga tidak berlangsung tertib dan tidak melalui pemberitahuan tiga hari sebelumnya. Aksi tersebut berunjung pada aksi penyegelan Kantor Bersama 61. Pemberitahuan atas aksi tersebut baru kemudian disusulkan P3UW setelah demo berlangsung, dan itupun atas permintaan Kapolsek Rawa Jitu AKP Tholib waktu itu;
  • Demonstrasi pada tanggal 4 Mei 2009, ditandai dengan aksi massa 100 orang dengan cara memasuki secara paksa Kawasan Pengolahan Udang (Food Processing Plant/Cold Storage) dan melarang aktifitas kerja karyawan Receiver dengan mengintimidasi untuk keluar dari tempat kerja sehingga operasional kerja terhenti.

Masih banyak aksi-aksi lain yang dilakukan oleh P3UW yang tidak sesuai prosedur dan bermuatan ancaman juga sering kali dilakukan yang tak lain untuk menekan Inti/Perusahaan.

Terkait statement yang mengatakan P3UW tidak melakukan intimidasi terhadap pembebasan sudara Timbul, juga tidak benar. Terbukti Ketua BPP P3UW Nafian Faiz menelpon Head of Security Paul Prijatna untuk meminta pembebasan Saudara Timbul, yang disertai ancaman apabila Saudara Timbul tidak dibebaskan, P3UW akan mengerahkan massa di dua titik, yakni di Poskodal AWS dan Mapolsek Rawa Jitu.

P3UW juga berupaya membebaskan Sudara Timbul melalui 20-an orang perwakilan yang dipimpin Mulyadi alias Ogel, agar Sudara Timbul dibebaskan. Berikut ini kronologis apa yang telah diupayakan perwakilan P3UW di Mapolsek Rawa Jitu, yakni:
  1. Tanggal 01 September 2010 Pukul 01.00 WIB, Saudara Timbul ditangkap Polsek Rawa Jitu,
  2. Tanggal 02 September 2010, sebanyak 20-an orang dari P3UW mendatangi Mapolsek Rawa Jitu, di antaranya Mulyadi alias Ogel, yang intinya mendesak Kapolsek Rawa Jitu meminta Timbul dibebaskan. Jika tidak dibebaskan, P3UW akan mengerahkan masa kurang lebih 800 plasma untuk mendatangi Polsek Rawa Jitu dan Inti/Perusahaan dengan sasaran Puskoda,
  3. Perundingan berlangsung dari Pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Yang akhirnya Saudara Timbul dibebaskan dengan membuat pernyataan tertulis, yang isinya apabila Saudara Timbul dibebaskan Rabu (01/09), maka besoknya, Kamis (02/09) tidak akan unjuk rasa.
Nyatanya setelah Timbul dibebaskan, unjuk rasa yang berlangsung anarkis itu tetap berlangsung pada Hari Kamis (03/09) yang dimulai Pukul 08.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB.



Untuk informasi lebih lanjut, mohon menghubungi:

George H. Basoeki
Corporate Communications Manager
PT Central Proteinaprima Tbk.
Email: george.basoeki@cpp.co.id