Scientific Day 2026: Menguatkan Budaya Ilmiah dan Inovasi Akuakultur

Bagikan

Pada 24 Februari 2026, CP Prima menyelenggarakan Scientific Day 2026 sebagai forum strategis untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat budaya ilmiah di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah mengenai perkembangan terkini di sektor akuakultur sekaligus ajang apresiasi bagi karyawan penerima beasiswa yang telah menyelesaikan studi magister.

Empat pemateri yang hadir merupakan talenta internal CP Prima yang berhasil menyelesaikan pendidikan lanjut di bidang-bidang strategis, yaitu:

  • Methodius Dignakurnia – Mikrobiologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor
  • Nugroho Wiratama – Fishery Science and Technology, Faculty of Fisheries, Kasetsart University
  • Bestran Virlando Panjaitan – Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
  • Alki Satria Bharata – Ilmu Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Dalam sesi presentasi, para pemateri membagikan hasil riset dan pengalaman akademis yang relevan dengan tantangan industri akuakultur saat ini. Topik yang diangkat mencakup inovasi dalam pengendalian penyakit, peningkatan performa dan imunitas komoditas budidaya, hingga pengembangan pendekatan bioteknologi yang lebih berkelanjutan.

Scientific Day tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga mempertegas komitmen perusahaan bahwa pengembangan bisnis berjalan seiring dengan pengembangan kompetensi karyawan. Investasi pada pendidikan lanjutan merupakan bagian dari strategi jangka panjang CP Prima untuk memperkuat kapabilitas riset dan inovasi internal.

Melalui forum ini, perusahaan mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, di mana ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi solusi aplikatif di lapangan. Inovasi yang lahir dari riset diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta daya saing industri akuakultur nasional dan global.

Ke depan, CP Prima akan terus memperkuat budaya ilmiah sebagai fondasi transformasi perusahaan. Dengan sinergi antara kompetensi akademis dan pengalaman praktis, talenta internal diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan akuakultur yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.